Foto: Deswani Simanjuntak (Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Cari Tahu Cara Mudah Memahami Terjadinya Korosi Dengan Experimen Sederhana.

CitizenTN 23-10-2020 | 21:47PM

Oleh:Deswani Simanjuntak

Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan

Latar Belakang:

Proses korosi pada logam merupakan salah satu masalah utama yang dialami oleh kelompok-kelompok industri maju. Diperkirakan bahwa di Negara Amerika Serikat saja biaya tahunan untuk korosi mencapai sepuluh milyar dollar. Korosi atau bisa disebut juga dengan pengkaratan merupakan suatu peristiwa kerusakan atau penrunan mutu dari suatu bahan logam yang disebabkan karena terjadi reaksi antara logam dan lingkungan.

Proses korosi logam berlangsung secara elektrokimia yang pada prosesnya terjadi secara simultan di anoda dan katoda yang membentuk rangkaian arus listrik tertutup. Dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, ditemukanlah cara-cara yang dapat digunakan untuk mencegah korosi. Contohya adalah dengan pelapisan permukaan logam dengan katodik, penambahan inhibitor korosi.

Landasan Teoritis:

Korosi adalah degradasi atau penurunan mutu material biasanya logam yang sering kita kenal sebagai karat. Fenomena ini disebabkan baik oleh proses elektrokimia yang terjadi secara spontan dari logam yang berinteraksi dengan lingkugan maupun oleh sifat materiainya sendiri. Secara umum, korosi memecah atom unsur dari logam menjadi ion-ion akibat bereaksi dengan zat lain sehingga dapat menghilangkan massa.

Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Korosi Pada Besi

1. Konsentrasi H20 dan O2

Dalam kondisi kelembaban yang lebih tinggi, besi akan lebih cepat berkarat. Selain itu, dalam air yang kadar oksigen terlarutnya lebih tinggi, perkaratan juga akan lebih cepat. Hal ini sebagaimana air dan oksigen masing-masing berperan sebagai medium terjadinya korosi dan agen pengoksidasi besi.

2.pH

Pada suasana yang lebih asam, pH < 7, reaksi korosi besi akan lebih cepat, sebagaimana reaksi reduksi oksigen dalam suasana asam lebih spontan yang ditandai dengan potensial reduksinya lebih besar dibanding dalam suasana netral ataupun basa.

3. Keberadaan elektrolit

Keberadaan elektrolit seperti garam NaCl pada medium korosi akan mempercepat terjadinya korosi, sebagaimana ion-ion elektrolit membantu menghantarkan elektron-elektron bebas yang terlepas dari reaksi oksidasi di daerah anode kepada reaksi reduksi pada daerah katode.

4. Suhu

Semakin tinggi suhu, semakin cepat korosi terjadi. Hal ini sebagaimana laju reaksi kimia meningkat seiring bertambahnya suhu.

5. Galvanic coupling

Bila besi terhubung atau menempel pada logam lain yang kurang reaktif (tidak mudah teroksidasi, potensial reduksi lebih positif), maka akan timbul beda potensial yang menyebabkan terjadinya aliran elektron dari besi (anode) ke logam kurang reaktif (katode). Hal ini menyebabkan besi akan lebih cepat mengalami korosi dibandingkan tanpa keberadaan logam kurang reaktif. Efek ini disebut juga dengan galvanic coupling.

Alat dan Bahan :

1. Air sabun
2. Air garam
3. Minyak goreng
4. Air matang
5. Air mentah
6. Paku (5)
7. Plastik(untuk penutup)
8. Karet gelang secukupnya
9. Gelas(5)

Cara kerja :

1. Masukan paku kedalam gelas berisi air sabun, gelas berisi air matang, gelas berisi air mentah, gelas berisi minyak goreng, gelas berisi air garam

2. Setelah semua paku dimasukan kedalam masing2 gelas, tutup gelas menggunakan plastik kemudian ikat dengan karet secara pencar

3. Tunggu selama 3 hari dan lihat amati reaksi yang terjadi

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Korosi!

Hasil dan Diskusi:

Air Sabun

Hari 1 : Terdapat sedikit karat pada atas ujung paku.Terjadi sedikit perubahan warna air menjadi     sedikit kekuningan.

Hari 2 :Terjadi penambahan sedikit karat hingga bagian atas tengah paku dan abagian pangkal     paku.Terjadi perubahan warna pada bagian dasar air.

Hari 3 :Terjadi penambahan karat sehingga hampir ke semua bagian atas paku.Terjadi perubahan warna air terutama pada bagian dasar

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Proses Korosi Pada Pagar Rumah

Air mentah

Hari 1 :Terdapat sedikit karat pada atas ujung paku.Terjadi sedikit perubahan warna air menjadi         kekuningan.

Hari 2 :Terjadi penambahan sedikit karat hingga bagian atas tengah paku dan abagian pangkal         paku.    Terjadi perubahan warna pada bagian dasar air.

Hari 3 :Terjadi penambahan karat sehingga hampir ke semua bagian atas paku.Terjadi perubahan     warna     air terutama pada bagian dasar.

Baca Juga: Kenali dan Lindungi Diri Dari Zat Kimia Pemicu Kanker, Berikut Ulasannya!!!

Air masak

Hari 1 : Terjadinya sedikit karat pada bagian ujung bawah paku.Terjadi sangat sedikit perubahan     warna pada bagian dasar air.

Hari 2 : Terjadi penambahan karat sehingga hampir menyelimuti bagian ujung asasas ujung paku dan sedikit keatas.Tidak terjadi penambahan perubahan warna air.

Hari 3 : Terjadi sangat sedikit penambahan karat pada bagian bawah dan timbul sangat sedikit karat pada pangkal paku.Terjadi sangat sedikit perubahan warna air menjadi kekuningan.

Baca Juga: Proses Pengolahan Minyak Mentah Menjadi Minyak Bumi

Larutan Garam

Hari 1 : Terdapat karat yang menyelimuti bagian ujung bawah pakuTidak terjadi penambahan  warna air.

Hari 2 : Terjadi penambahan karat sehingga menyelimuti bagian tengah paku.Terjadi sangat sedikit perubahan warna air pada bagian dasar.

Hari 3 : Terjadi penambahan karat baru pada pangkal paku.Terjadi sangat sedikit perubahan warna air.

Baca Juga: Cara Mudah Memahami Materi Konsep Hukum Termodinamika I Dengan Melakukan Experimen Sederhana

Minyak Goreng

Hari 1 : Tidak terjadi karat pada paku.Tidak terjadi perubahan warna air.

Hari 2 : Tidak terjadi karat pada paku.Tidak terjadi perubahan warna air.

Hari 3 : Tidak terjadi karat pada paku.Tidak terjadi perubahan warna air.

Baca Juga: Kandungan Rokok yang Berbahaya bagi Tubuh

Pembahasan Hasil Penelitian

Dari pengamatan yang dilakukan selama tiga hari tersebut, dapat diketahui bahwa pada gelas yang berisi air, air yang pernah mendidih dan larutan garam mengalami korosi dimulai
pada hari pertama dan berlanjut sampai hari kelima dengan jumlah korosi yang terus bertambah, sedangkan pada gelas yang berisi minyak goring dan tanpa cairan tidak mengalami korosi.

Baca Juga: Kumbang Branchinus Dapat Mengeluarkan Bom Termokimia dari Tubuhnya. Bagaimana Bisa? Berikut Penjelasannya

Pada paku yang mengalami korosi memiliki kecepatan korosi yang berbeda pada setiap cairan

Berdasarkan kecepatan dan jumlah korosi yang ditimbulkan, dapat di tulis cairan yang menyebabkan korosi dari yang tercepat adalah

1. Larutan garam
2. Air mentah
3. Air masak
4. Air Sabun
5. Minyak Goreng

Pada larutan garam, terdapat kandungan air(H2O) kandungan oksigen dalam larutan garam ini menyebabkan korosi dan proses korosi yang terjadi dipercepat oleh kandungan NaCl yang bersifat elektrolit.

Baca Juga: Indonesia Mencatat Sejarah Dengan Menterbarukan 8 Jenis Sumber Energi Yang Melimpah

Pada air mentah, penyebab terjadinya korosi adalah adanya air yang mengandung oksigen terlarut sehingga menyebabkan korosi pada paku.

Pada air masak, kurang atau megalami sedikit korosi disebabkan karena saat dididihkan, air akan kehilangan kandungan oksigen terlarut dan keadaan gelas tertutup, sehingga oksigen tidak dapat masuk kedalam gelas dan menyebabkan kekurangan oksigen dan mengalami korosi yang kurang.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu, Apa Saja Manfaat Koloid Untuk Kehidupan Sehari-hari

Pada air sabun hanya memiliki sedikit karat ,ini karena sabut memiliki sifat basa bukan asam sehingga dapat menghambat terjadinya perkaratan  .

Pada gelas yang berisi minyak goreng  tidak mengalami korosi karena minyak sayur tidak mengandung oksigen dan tidak dapat berikatan dengan oksigen di udara, sehingga paku dalam keadaan bebas oksigen dan tidak dapat mengalami perkaratan.

Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa, untuk melindungi bahan besi dari korosi dapat dilakukan dengan cara pelapisan besi dengan bahan yang tidak mengalami perkorosian atau bahan yang tidak dapat bereaksi dengan oksigen, sehingga besi dalam keadaan bebas oksigen dan tidak mengalami korosi.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa:

1. Korosi pada logam besi disebabkan karena adanya oksigen dan air.
2. Kecepatan dan jumlah korosi didukukung oleh berbagai faktor.
3. Korosi dapat dicegah dengan melapisi dengan bahan anti korosi.

Deswani Simanjuntak

deswani001@gmail.com