Nampak La Ode Sulman saat berorasi di Depan Kantor Kejari Buton, Kamis (13/8/2020) (Foto: La Ode Ali/TakawaNews).

Regional

Demo di Kejaksaan Soal Beasiswa Buton Cerdas, Massa Aksi Minta Bupati Diperiksa

La Ode Ali 13-08-2020 | 13:07PM

BUTON, - Sejumlah elemen kembali melakukan aksi unjukrasa terkait dugaan korupsi anggaran program Beasiswa Buton Cerdas. Kali ini, mereka melakukan demonstrasi di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (13/8/2020).

Dalam aksi itu, mereka mempertanyakan sudah sejauhmana proses hukum atas kasus dugaan koruspi tersebut. Sebab, menurut mereka, laporan yang dimasukan sudah sekira 30 hari namun belum ada kepastian hukum terhadap terlapor Kadis Pendidikan Kabupaten Buton, Drs. Harmin.

Pada aksi itu juga, para demonstran meminta Kejaksaan untuk memeriksa Bupati Buton, La Bakry selaku penanggungjawab penuh mengenai anggaran Beasiswa Buton Cerdas.

"Kami meminta kepada Kejaksaan Negeri Buton agar segera memeriksa Bupati Buton sebagai penanggungjawab anggaran daerah dalam hal ini anggaran Beasiswa Buton Cerdas," teriak salah seorang orator La Ode Sulman.

Menurut Ketua Umum IMM Cabang Buton ini mengatakan bahwa, Bupati Buton telah lalai dalam pelaksanaan Beasiswa, karena telah memberikan kesempatan kepada orang lain yang bukan warga Buton untuk menikmati program Beasiswa Buton Cerdas tersebut.

"Bupati Buton telah lalai memberikan kesempatan orang luar Buton untuk menikmati anggaran Beasiswa Buton Cerdas, Bupati juga telah lalai karena tidak membuat regulasi atau peraturan bupati dalam program Beasiswa Buton Cerdas," sebutnya yang dibenarkan demonstran lainnya.

Dengan tegas La Ode Sulman meminta, agar pihak Kejaksaan bisa menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Tak hanya itu, ia juga berharap agar Kejaksaan tak membuat celah hukum agar meloloskan Kadis Pendidikan dalam persoalan tersebut.

"Tegakan seadil-adilnya hukum di Buton, jangan coba-coba membuat celah hukum agar Kepala Dinas Pendidikan lolos dari permasalahan ini," pintanya.

Senada dengan orator lainnya, Ihsan. Ia meminta kepada Kejaksaan agar secepatnya menuntaskan permasalahan tersebut.

"Kami ingin agar proses hukum terkait dengan persoalan ini agar menjadi tuntas, kami ingin penyelenggaraan hukum dilaksanakan secara profesional," katanya.

Ketua LSM Armada Buton Action itupun menduga, ada ruang-ruang celah untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum. Sebab, payung hukum yang digunakan dalam program Beasiswa Buton Cerdas bersifat umum.

"Kami menduga ada ruang-ruang celah untuk perbuatan yang diduga melawan hukum, karena payung hukum yang digunakan umum, bukan secara teknis atau peraturan bupati," duganya.

Sementara itu, orator lainnya La Ode Faisal pada kesempatan itu mengajak para massa aksi untuk melakukan doa bersama dengan cara duduk bersila sambil membakar dupa. Dalam doanya mereka meminta agar aparat penegak hukum dapat menegakkan aturan dengan profesional berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Dipecat dari Kampus, Nasrudin Lamabalawa Bakal Somasi dan Polisikan Rektor UM Buton, Ini Penjelasan Ketua BPH

Setelah beberapa saat melakukan aksi demonstrasi, perwakilan dari sejumlah elemen tersebut langsung memasuki Kantor Kejari Buton yang diterima Kasi Datun, La Ode Fariadin.

Baca Juga: Soal Kasus Beasiswa Buton Cerdas, Ini Kata Jaksa

Dalam dialog tersebut, Kasi Datun Kejari Buton mengatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan data. Ia menegaskan bahwa, dalam penanganan kasus dugaan korupsi Beasiswa Buton Cerdas, pihaknya akan bekerja secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Pemdes Warinta Serahkan Bantuan Kendaraan Dinas Ke BPD

"Saat ini dalam tahap pengumpulan data," katanya.

Lanjut dia, jika nantinya data-data tersebut telah rampung, maka pihaknya akan mengklarifikasi pihak-pihak terkait tanpa pandang bulu.

"Tolong dukung kami, ingatkan kami, memang kita butuh waktu, tapi bukan berarti kita tendensius, kami pastikan tidak ada bisikan dari luar, murni kami jalan," pintanya.