Pengurus DPC Masata Kabupaten Buton berpose bersama dengan Bupati Buton, La Bakry dan anggota Dwan Pembina Masata usai pelantikan virtual oleh DPP Masata. (Foto : Rusli La Isi/Takawanews)

Regional

DPP Lantik DPC MASATA Buton Secara Virtual, Dihadiri La Bakry 

Rusli La Isi 03-10-2020 | 17:42PM

BUTON, - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) melantik 43 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) MASATA, pada Sabtu (3/10/2020), bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Plasa Telkom Jakarta Timur. 

Dari 43 DPD dan DPC MASATA yang dilantik, salah satunya yaitu DPC Masata Kabupaten Buton. Pelantikan dilakukan serentak secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, mulai pukul 10.00 WITA. 

Pengurus DPC Masata Buton mengikuti pelantikan secara virtual di Ruangan Anjungan Kantor Bupati Buton. Disaksikan langsung oleh Bupati Buton, La Bakry, Asisten I, Alimani, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata, Rusdi Nudi, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Zainal Abidin mewakili Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kasubag Humas Polres Buton, IPTU Suwoto mewakili Kapolres Buton. 

Acara pelantikan dihadiri Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wisnu Bawa Taruna Jaya, mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selaku Ketua Dewan Pembina Pusat DPP MASATA. 

Pada kesempatan ini, Deputi Bidang Sumberdaya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan MASATA harus menjadi garda terdepan bersama dengan pemerintah dalam pengembangan kepariwisatan di daerah. Kedepanya akan dilakukan beberapa kerjasama antara Kemenparekraf dengan MASATA dalam mensukseskan program Desa Wisata pada tahun 2021. 

Sementara itu, Ketua Umum DPP MASATA, Panca Rudolf Sarungu mengungkapkan DPP MASATA menyelenggarakan pelantikan kepengurusan MASATA di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai upaya konsolidasi bagi soliditas organisasi untuk  memperkuat peran strategis sebagai perkumpulan dalam menunjang pembangunan pariwisata Indonesia di tengah perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. 

Kata dia, MASATA ingin berpartisipasi dalam membantu pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata kelas dunia didukung atraksi yang menarik, aksesibilitas yang mudah, dan amenitas yang berkualitas. 

"MASATA ingin berkontribusi agar pariwisata menyumbang devisa terbesar, memajukan pariwisata berbasis masyarakat di daerah tujuan wisata tingkat provinsi, kabupaten, dan kota serta membangun desa, kawasan, dan destinasi wisata," katanya. 

Karena itu, MASATA ingin berkiprah untuk menyambung kepentingan kementerian/lembaga di pusat dengan pemerintah daerah di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membangun sinergitas dan kolaborasi antar-asosiasi/organisasi/perkumpulan pariwisata di pusat dan daerah.

Menurutnya, pasca-pandemi Covid-19 kepariwisataan akan menjadi sektor utama penggerak meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran. 

Terhadap kepariwisataan yang memelihara kelestarian alam, lingkungan, dan sumberdaya, MASATA juga meyakini, kepariwisataan akan memajukan kebudayaan, mengangkat citra, memupuk cinta tanah air, memperkukuh jati diri, dan mempererat kebangsaan. 

Baca Juga: Hadir untuk Kemajuan Sektor Pariwisata, Bupati La Bakry Sambut Baik Terbentuknya DPC Masata Buton

Lanjut Panca, MASATA mendorong usaha pariwisata yang bangkit untuk menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan. Kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait itu akan membentuk kembali industri pariwisata yang meningkatkan pendapatan negara. 

Baca Juga: Bangun Sinergitas, DPC Masata Silaturahmi dengan Kapolres Buton

MASATA bercita-cita agar keseluruhan kegiatan pariwisata yang multidimensi dan multidisiplin serta melibatkan berbagai stakeholder itu saling mendukung dalam wujud sinergitas dan kolaborasi. 

Dia menyadari, kepariwisataan akan berubah pasca-pandemi Covid-19. Olehnya itu, MASATA menjadi perkumpulan yang berperan strategis dalam upaya menopang kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. 

"Di masa pandemi Covid-19, stakeholder kegiatan pariwisata harus saling mendukung agar industri pariwisata kita semakin tangguh melewati tantangan," pungkasnya.