Suasana rapat para orang tua siswa di Desa Matanauwe dengan pihak SD 24 Buton dan Pemdes Matanauwe, Senin (5/10/2020) (Foto: La Ode Ali/TakawaNews).

Regional

Ditengah Pandemi Covid-19, SD 24 Buton Bakal Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka, Orang Tua Siswa Bilang Begini

La Ode Ali 06-10-2020 | 11:47AM

BUTON, - Ditengah pandemi Covid-19, Sekolah Dasar (SD) 24 Buton di Desa Matanauwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Hal itu berdasarkan hasil persetujuan orang tua siswa melalui rapat bersama Komite, Pemerintah Desa Matanauwe, Bhabinkamtibmas, dan Puskesmas Siotapina pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Dalam rapat tersebut, para orang tua siswa menyetujui keinginan pihak sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Pada prinsipnya kami selaku orang tua siswa sangat setuju dengan rencana pembelajaran tatap muka ini," kata salah satu orang tua siswa.

Namun, kata dia, dalam pembelajaran tatap muka nantinya harus menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan.

"Tapi nanti pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan jaga jarak," sarannya.

Senada dengan orang tua siswa lainnya bahwa, pada dasarnya mereka setuju pembelajaran tatap muka itu dilakukan. Mengingat pembelajaran online selama ini dianggap tidak efektif.

"Saya sebagai orang tua siswa sangat setuju pembelajaran tatap muka ini dilakukan, karena memang selama ini pembelajaran secara online saya anggap tidak efektif dan sangat merepotkan," katanya.

"Hanya memang pihak sekolah harus betul-betul serius menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai justru akan menjadi bomerang," pintanya.

Sebelumnya dalam rapat tersebut, Kepala SD 24 Buton, Nurmin Alimin mengatakan, bahwa rapat bersama orang tua murid tersebut sebegai tindak lanjut dari pertemuan bersama Bupati Buton dan Dinas Pendidikan serta seluruh sekolah di Buton beberapa waktu lalu terkait kesiapan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka.

"Pada tanggal 28 September lalu kami sekolah-sekolah di Buton mengikuti rapat bersama dengan Bupati Buton dan Dinas Pendidikan untuk membahas tentang persiapan pembelajaran tatap muka," katanya.

Untuk itu, kami dari pihak sekolah lanjut Nurmin, akan mempersiapkan sarana dan prasana sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Nantinya juga, pihaknya akan memberlakukan satu pintu masuk di sekolah tersebut. 

"Kami akan melengkapi sarana dan prasaran di sekolah dengan adanya pandemi ini seperti menyediakan tempat cuci tangan, menggunakan masker, menggunakan satu pintu, dan menerapkan jaga jarak," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pjs Kepala Desa Matanauwe, Muliaddin menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka tersebut. Ia mewakili pemerintah desa sangat mendukung hal itu dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Intinya kami dari pemerintah desa sangat-sangat setuju pembelajaran tatap muka ini, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya. 

Sebab, lanjut Muliaddin, para orang tua siswa merasa kerepotan dengan sistim pembelajaran online dimasa pandemi Covid-19 ini. Karena, selain mereka bertindak sebagai orang tua, juga harus bertindak sebagai guru.

"Selama ini hampir semua orang tua merasa kerepotan, karena hari ini kita harus bertindak sebagai orang tua dan sebagai guru di rumah, meskipun ada pembelajar guru ke masing-masing rumah siswa," ungkapnya.

Ia menegaskan, jika pembelajaran tatap muka nanti dilakukan, pihak sekolah harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, ia juga menyarankan kepada masyarakat khususnya para orang tua siswa agar selalu menyediakan tempat cuci tangan di depan rumah dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah, serta selalu menjaga jarak.

"Disamping sekolah menyiapkan fasilitas pencegahannya, kami harapkan juga di rumah-rumah harus kita siapkan juga seperti tempat cuci tangan," pintanya.

"Kita harus juga pastikan sebelum masuk ke rumah, anak-anak kita harus cuci tangan, karena kita tidak bisa menjamin anak kita saat pergi dan pulang sekolah tidak terjangkit," sambung Muliaddin.

Nantinya, pembelajaran tatap muka akan dilakukan setelah pihak sekolah mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa.

Hasil persetujuan itu akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Mengenai waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka belum bisa dipastikan, sebab pihak sekolah juga masih harus menunggu informasi selanjutnya dari Pemda Buton dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Amatan media ini, pasca rapat tersebut, para orang tua siswa langsung menyerahkan surat persetujuan pembelajaran tatap muka kepada pihak sekolah yang dibubuhi tandatangan orang tua siswa diatas meterai 6000. Didalam surat itu, orang tua siswa mengizinkan anaknya untuk kembali belajar di sekolah.

Sebagai tambahan informasi, Kementerian Pendidikan memperbolehkan sistim pembelajaran tatap muka dilakukan ditengah pandemi Covid-19 bagi daerah-daerah dengan status zona hijau dan kuning. Khusus di Buton statusnya sudah zona kuning.