Foto: Ilustrasi (Ist).

Regional

Dugaan Korupsi KONI Buton 2018, Satu Orang Sudah Dipastikan Tersangka, Duanya Masih Butuh Bukti Tambahan

La Ode Ali 18-07-2020 | 14:10PM

BUTON, - Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2018, satu orang sudah dipastikan sebagai tersangka, sementara dua lainnya masih menunggu bukti tambahan.

Kapolres Buton, AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan, satu orang yang telah memenuhi unsur pasal tindak pidana korupsi tersebut yakni Bendahara KONI, Heri. Sementara Kasim (mantan Plt. Sekda Buton dan Asimu (mantan Kadis PU Buton) masih membutuhkan pemeriksaan tambahan mengenai peran mereka dalam kasus tersebut.

"Kemarin baru selesai digelar di tingkat Polda, gelar itu untuk meningkatkan status jadi tersangka, ternyata dari hasil gelar itu dari laporan Kasatreskrim dan Unit Tipikor dari tiga yang kita ajukan, baru satu yang unsur pasalnya terpenuhi, baru Heri. Sedangkan dua lagi Kasim dan Asimu itu harus ada pemeriksaan tambahan untuk memastikan perannya dia (Kasim dan Asimu-red) dalam perkara ini seperti apa," katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (18/7/2020).

"Sudah bisa kita tetapkan sebagai tersangka (Heri-red) karena unsur pasalnya sudah terpenuhi," sambung Kapolres.

Terhadap keduanya lanjut Adi Benny Cahyono, pihaknya sudah memiliki petunjuk dari Polda Sultra yang harus dilengkapi. Namun, ia tidak bisa menjelaskan secara teknis.

"Artinya bisa maju, tapi jangan sampe di pengadilan kita mentah, daripada kita dipraperadilan mending kita lengkapi dulu," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi KONI Buton 2018, Penetapan Tersangka Tinggal Selangkah Lagi

Untuk itu tambah Kapolres, pada Senin (20/7/2020), pihaknya kembali akan memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut.

Baca Juga: Polres Bombana Amankan Dua Pelaku Terduga Penyalahgunaan Narkotika

"Hari Senin rencananya kita panggil lagi semuanya saksi seperti yang cabang-cabang olahraga dan bagian-bagian lainnya untuk melengkapi itu. Tapi yang duanya ini (Kasim dan Asimu-red) secara administrasi pasti kena karena dia atasannya langsung yang mengetahui," pungkasnya.