Kepala Dinas Perindustrian Sadisu memperlihatkan hand sanitizer dari arak lokal Kabupaten Buton. Sebelum kadar alkoholnya di uji di Laboratorium Kendari. (Foto : Rusli La Isi/ Takawanews)

Regional

Hand Sanitizer dari Bahan Arak Buton Selangkah Lagi Diedarkan

Rusli La Isi 17-07-2020 | 23:32PM

BUTON, -  Terobosan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menjadikan produk arak lokal sebagai pengganti cairan pembersih tangan atau Hand Sanitizer mulai membuahkan hasil.

Pemkab Buton melalui Dinas Perindustrian  sudah memproduksi arak lokal menjadi Hand Sanitizer. Meski begitu, belum bisa diproduksi dalam jumlah besar, karena masih akan diuji di Laboratorium, untuk menentukan kadar alkoholnya.  

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton, Sadisu mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan uji coba untuk menyempurnakan hasil produksi hand sanitizer dari arak lokal tersebut.  

"Jadi mungkin kita lanjutkan pada laboratorium Kendari untuk melakukan uji coba kadar alkoholnya," ucap Sadisu, di konfirmasi di Kantor Bupati Buton, Jumat (17/7/2020).

Lanjut dia, jika sudah diuji di laboratorium dan berhasil maka pembuatan Hand Sanitizer dari bahan dasar arak akan dilanjutkan pada Sentral Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Koholimombono, Kecamatan Wabula untuk diproduksi dalam jumlah besar. Hal ini juga untuk memberdayakan IKM. 

Baca Juga: Puluhan Pasien Covid-19 Buton Dipulangkan dari Tempat Karantina

"Rencananya ini akan kita produksi di Sentral IKM Koholimombono. Jadi selain hasil laut yang akan dikelola oleh Sentral IKM juga nantinya akan mengelola pembuatan Hand Sanitizer yang terbuat dari bahan dasar arak," katanya.

Baca Juga: Dua Warga Buton Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kendari

Menurutnya, arak yang diproduksi jadi hand sanitizer tersebut merupakan arak berkualitas nomor satu, memiliki kadar alkohol yang tinggi. Seperti arak dari Desa Winning dan Desa Kaongke-Ongkea, Kecamatan Pasarwajo. 

Ia berharap dengan dijadikannya arak sebagai hand sanitizer maka arak tidak lagi diproduksi untuk diminum dan memabukkan, melainkan diproduksi untuk dijadikan hand sanitizer.

"Meskipun itu masih kapasitas kecil tapi minimal sudah ada upaya untuk menggeser arak itu untuk tidak dikonsumsi lagi tetapi dikonsumsi sebagai Hand Sanitizer," ujarnya.