Sekretaris Disdik Kabupaten Buton, Drs. La Naji (Foto: Dok. TakawaNews).

Regional

Hari Ini, Disdik Kumpulkan Semua Kasek di Buton, Ada Apa? Ternyata Ini yang Akan Dibahas

La Ode Ali 19-08-2020 | 08:03AM

BUTON, - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara hari ini, Rabu (19/8/2020) akan menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah (Kasek) mulai dari tingkat TK hingga SMP/Sederajat yang dipusatkan di SMP yang ada di Wakoko, Kecamatan Pasarwajo.

Selain para Kasek se-Kabupaten Buton itu, Tenaga Kesehatan juga turut diundang dalam rapat tersebut yang rencananya dimulai pada pukul 10.00 WITA.

Sekretaris Disdik Kabupaten Buton, Drs. La Naji mengatakan, tujuan diadakannya rapat tersebut untuk melalukan sosialisasi berkaitan dengan arahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dibolehkannya sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka bersama siswa di sekolah jika daerah dimaksud berstatus zona kuning.

"Besok (hari ini-red) kita mau sosialisasi berkaitan dengan itu, arahannya Mentri itukan kalo sudah zona kuning sudah bisa tatap muka," kata La Naji kepada takawanews.com, Selasa kemarin melalui sambungan telepon.

Sehingga lanjut La Naji, dalam rapat itu nantinya akan dibahas mengenai persiapan sekolah jika Kabupaten Buton turun status dari orange ke kuning dimasa pandemi Covid-19 ini.

"Membahas tentang itu, mudah-mudahan kita turun jadi zona kuning, membahas tentang persiapan itu kalo sudah beralih, karena kita sekarang masih orange, makanya kita undang juga dari tenaga kesehatan untuk menjelaskan itu," ujarnya.

Selama ini, di masa pandemi Covid-19, kata La Naji, pihaknya telah menekankan agar pembelajaran dilakukan di rumah dengan dua cara yaitu dengan sistim daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), dan sudag berjalan.

Khusus pembelajaran dengan sistim daring, hanya ada beberapa SMP yang laksanakan, itupun dilakukan secara kombinasi, artinya bagi siswa yang tidak memiliki HP Android, maka guru yang ke rumah. Sayangnya data sekolah yang dimaksud tidak disebutkan secara detail.

Namun, untuk tingkat SD, tidak diberlakukan daring, sebab Disdik melihat banyak SD yang tidak bisa melakukan hal itu, sehingga sistim yang digunakan sistim luring yaitu guru yang berkunjung ke rumah siswa.

Baca Juga: Disdik Buton Buka Perekrutan dan Pelatihan Cakep dan Cawas

"Dan selama ini juga kami setelah melihat banyak sekolah utamanya SD tidak bisa melakukan pembelajaran daring, maka kita melakukan rapat untuk menentukan meteri minimal yang bisa diajarkan di sekolah kemudian dibuatkan modul," jelasnya.

"Siswa itu juga kita tetap wajibkan kita berpakaian sekolah, guru inikan juga secara periodik, guru yang kerumah, sambil dibuatkan semacam modul," sambung La Naji.

Terkait materi mininal yang dimaksud kata dia, dikembalikan kepada guru masing-masing karena mereka yang lebih tahu mengenai materi apa yang diajarkan melalui jarak jauh.

"Guru yang tahu persis materi apa yang bisa diajarkan dari jarak jauh itulah yang disebut materi minimal," sebutnya.

Apalagi lanjut La Naji, saat ini ada namanya kurikulum darurat, dan sesuai dengan Surat Edaran Sekjen Pendidikan bahwa pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 ini, tidak lagi menekankan pencapaian target kurikulum.

"Jadi kalo pembelajaran dengan sistim daring itu disamping ada group WA (WhatsApp) ada juga sekolah yang gunakan aplikasi zoom, dari situ absennya bisa dilihat," pungkasnya.

Terkait itu, Jubir Gugur Tugas Covid-19 Kabupaten Buton, dr. Hayun mengakui bahwa status Kabupaten Buton saat ini masih berstatus orange.

"Iya betul kita masih orange," singkatnya melalui telepon, Rabu pagi.