La Ode Syawaluddin (kiri) (Foto: ist).

Regional

HUT RI ke-75, Nasib Guru Honorer Harus Lebih Diperhatikan, Ini Kata Ketua Forum Guru Honorer Sekolah Swasta Sultra

La Ode Ali 17-08-2020 | 15:17PM

BUTON, - Pada momentum perayaan hari ulang tahun (HUT) RI ke-75 ini, tentu banyak harapan dan keinginan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dari sisi peningkatan pembangunan maupun tingkat kesejahteraan hidup.

Seperti yang dikatakan La Ode Syawaluddin, selaku Ketua Forum Guru Honorer Sekolah Swasta Provinsi Sultra, agar pemerintah dapat lebih memperhatikan kembali tentang nasib guru honorer di sekolah swasta, terutama dari sisi insentif.

"Saya berharap agar pemerintah dapat lebih menperhatikan kembali tentang kesejahteraan nasib kaum guru honorer yang bertugas di sekolah swasta, adapun yang sangat saya harapkan adalah tentang insentif dan bantuan terhadap guru honorer yang bersumber dari dana APBD yang bisa juga di salurkan atau di berikan kepada para guru honorer sekolah swasta," kata Syawaluddin usai mengikuti Upacara HUT RI ke-75 di Wolowa seperti rilis yang diterima takawanews.com, Senin (17/8/2020).

Meski begitu lanjut Bang Syawal (sapaan akrab La Ode Syawaluddin), ia tetap mengapresiasi Pemprov Sultra yang mana saat ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi perhatian serius kepada para guru honorer yang bertugas di sekolah negeri dengan memberikan insentif Rp400 ribu per orang per bulan.

"Kami di sekolah swasta memaklumi kebijakan ini, namun jika saja kiranya bisa maka bukanlah tentang besar nominal namum meskipun kecil seharusnya guru honorer yang bertugas di sekolah swasta perlu di perhatikan," harapnya.

Tak hanya itu, mantan Bupati LSM LIRA Buton ini mengatakan bahwa, bantuan stimulus akibat dampak pandemi Covid-19 dari Pemprov Sultra melalui dinas terkait yang diberikan kepada guru honorer di sekolah negeri, juga patut diapresiasi.

"Namum saya sangat prihatin dengan ini karena setahu saya dampak covid-19 tidak hanya pada guru honorer sekolah negeri namun guru honorer sekolah swasta juga turut merasakan dampak covid-19 ini. Maka, sudah seharusnya rekan-rekan guru honorer di sekolah swasta juga di berikan bantuan serupa," pinta Syawal yang juga merupakan Kepala SMK Insan Ukwan ini.

"Maka dalam momentum 75 tahun Indonesia merdeka sudah seharusnya kebijakan tentang nasib guru honorer sudah harus dipersamakan, karena meskipun guru honorer bertugas di sekolah swasta namun mereka juga tetap menyandang gelar guru atau dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa," jelas Syawal.