Foto: Ester Agnes J Simamora (Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Kandungan Rokok yang Berbahaya bagi Tubuh

CitizenTN 22-10-2020 | 11:28AM

Oleh: Ester Agnes Jovanka Simamora

Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan

Kamu tau tidak bahwa rokok memiliki kandungan yang berbahaya bagi tubuh?

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik.Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau. Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok.Sifatnya yang memberikan efek adiktif atau kecanduan, juga tidak boleh dilupakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.

Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak

Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat merusak tubuh amat banyak.

Baca Juga: Kumbang Branchinus Dapat Mengeluarkan Bom Termokimia dari Tubuhnya. Bagaimana Bisa? Berikut Penjelasannya

Beberapa senyawa yang terkandung dalam rokok di bawah ini adalah contohnya:

•    Karbon monoksida
Salah satu kandungan rokok yang merupakan gas beracun adalah karbon monoksida. Senyawa yang satu ini merupakan gas yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika terhirup terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibanding dengan oksigen. Akibatnya fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing.

Baca Juga: Indonesia Mencatat Sejarah Dengan Menterbarukan 8 Jenis Sumber Energi Yang Melimpah

•    Nikotin
Kandungan rokok yang paling sering disinggung-singgung adalah nikotin. Nikotin memiliki efek candu seperti opium dan morfin. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan.
Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek yang mungkin muncul akibat paparan nikotin adalah muntah, kejang, dan penekanan pada sistem saraf pusat.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu, Apa Saja Manfaat Koloid Untuk Kehidupan Sehari-hari

•    Tar
Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema.
Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan.

•    Hidrogen sianida
Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Beberapa negara pernah memakai senyawa ini untuk menghukum mati narapidana. Saat ini, hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Efek dari senyawa ini dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual.

•    Benzena
Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena jangka panjang (setahun atau lebih), dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko leukimia.

•    Formaldehida
Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

Baca Juga: Dalgona Coffee Termasuk Koloid, Kenapa Ya?

•    Arsenik
Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.

•    Kadmium
Sekitar 40-60 persen dari kadmium yang terdapat dalam asap rokok, terserap masuk ke paru-paru saat merokok. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sensorik, muntah, diare, kejang, kram otot, gagal ginjal, dan meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga: Penjelajahan Suhu di Daerah Laut dan Pegunungan

•    Amonia
Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin.
Dalam jangka pendek, menghirup dan terpapar amonia dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu pneumonia dan kanker tenggorokan.

Baca Juga: Suhu Panas dan Dingin, Mengapa Bisa Berubah???

Dan bukan hanya aja ituloh, berikut juga termasuk zat zat berbahaya yang dikandung oleh rokok:

•    Aseton: cairan untuk membersihkan cat kuku
•    Asam asetat: bahan cat rambut
•    Arsenik: racun tikus
•    Butane: kandungan di cairan korek api
•    Kadmium: kandungan aktif dalam asam baterai
•    Formaldehida: cairan pengawet
•    Lead: digunakan untuk baterai
•    Toluene: bahan cat
•    Dll

So, sebelum semua zat berbahaya itu masuk ketubuh kita dan merusak tubuh kita mari kita hindari rokok.

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Jika Anda berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Ini nih tips menghindari rokok:

1.    Mengelola Stres
2.    Hindari Pemicu
3.    Terapi Penggantian Nikotin (Nicotine-Replacement Therapy / NRT)
4.    Libatkan Keluarga dan Teman Dekat
5.    Terapi Perilaku
6.    Olahraga
7.    Pola Makan Sehat
8.    Pikirkan Keuntungannya
9.    Hipnosis
10.    Akupuntur
11.    Obat-obatan
12.    Terus Berusaha

Berulang kali gagal berhenti merokok adalah kondisi yang umum terjadi. Gagal sekali bukan berarti Anda tidak mungkin berhasil lepas dari rokok. Banyak orang yang akhirnya baru dapat berhenti selamanya setelah mencoba beberapa kali.

Jika berhenti seketika terasa sulit, mulailah perlahan-lahan. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengurangi frekuensi dan jumlah rokok yang diisap per hari sebagai cara berhenti merokok. Tetapkan target mingguan hingga akhirnya benar-benar bisa terbebas dari efek rokok yang adiktif. Apabila perlu, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut agar cara berhenti merokok Anda lebih efektif.

Selamat Mencoba, Salam Sehat!

 

Ester Agnes J Simamora

ester.smr025@gmail.com