Nasir SH

CitizenTN

Kebijakan Pemkot Baubau Melarang Katinting dari Pelabuhan Batu Angkut Penumpang ke Buteng Terlalu Terburu-buru

CitizenTN 29-08-2020 | 08:31AM

Oleh: Nasir SH (Praktisi Hukum/Pengacara)

Takawanews.com, - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara untuk mengevaluasi kebijakan yang melarang usaha jasa ketinting mengangkut penumpang carteran dari Pelabuhan Rakyat Jembatan Batu menuju Kabupaten Buton Tengah (Buteng) harus diapresiasi. Sebab, kebijakan pelarangan tersebut yang tertuang dalam Surat Edaran Walikota Baubau Nomor:552.1/3327/Setda tentang pengaturan transportasi penyeberangan di pelabuhan jembatan batu terlalu terburu-terburu ditandatangani.

Seharusnya setiap produk hukum yang dikeluarkan harus mengedepankan asas keadilan masyarakat dan kemanfaatan agar tidak terjadi protes di masyarakat.

Masyarakat merasa ada diskriminasi terhadap para operator jarangka/ketinting karena tidak dibolehkan lagi memuat penumpang carteran, otomatis implikasinya, ya penghasilan mereka pasti menurun.

Apalagi dalam situasi pandemi Covid 19 yang mempunyai efek ekonomi kepada masyarakat seperti ini, Pemerintah Kota harus lebih bijak.

Semangat surat edaran tersebut baik karena bertujuan untuk menertibkan pelaku usaha transportasi ketinting dalam mengangkut penumpang. Tetapi, tidak juga mematikan usaha tersebut dengan melakukan pelarangan.

Rute ketinting untuk mengangkut penumpang Jembatan Batu ke Pulau Makassar (Puma), kemudian Jembatan Batu ke Kabupaten Buton Tengah sebelum terbit Surat Edaran sebenarnya dibebaskan mengangkut penumpang. Namun, surat edaran tersebut kemudian membatasi agar ketinting tetap beroperasi pada rutenya, Jembatan Batu ke Puma.

Harapan saya semoga ada solusi yang terbaik, win win solution, antara Pemerintah Kota Baubau dengan masyarakat pengusaha jasa transportasi baik yang jenis katinting atau speedboad dalam polemik ini.