Kasat Reskrim Polres Buton AKP Dedi Hartoyo. (Foto : Rusli La Isi/Takawanews)

Regional

Keluarga Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Buton Minta Penangguhan Penahanan

Rusli La Isi 30-09-2020 | 19:31PM

BUTON, -  Salah seorang keluarga tersangka kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mendatangi Polres Buton, pada Selasa (29/9/2020). Kedatangan keluarga tersebut untuk meminta penangguhan penahanan kepada pelaku berinisial AS, saat ini ditahan di Mapolres Buton. 

Penangguhan penahanan dari keluarga tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Dedi Hartoyo. Menurutnya, keluarga ingin melakukan penangguhan penahanan dengan alasan tersangka berinisial AS lagi sakit. 

"Mereka mengajukan penangguhan penahanan dengan dalil AS tersebut mengalami sakit-sakitan," katanya dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Kendati begitu lanjut AKP Dedi Hartoyo,  pihaknya belum memberikan izin untuk penangguhan penahanan. Sebab, hal itu harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit untuk membuktikan kondisi kesehatan tersangka. 

"Mereka sudah ajukan, kemarin. Hanya saja dari pihak kepolisian ini kita lakukan telaah dulu, kita analisa dulu, tidak serta-merta kita berikan penangguhan penahanan. Kami harus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk dimintai keterangan apakah benar AS ini mempunyai penyakit ataupun tidak," sambungnya.

Masih kata Kasat Reskrim, pengajuan surat permohonan penangguhan penahan merupakan hak dari tersangka. Kendati begitu, proses hukum dari Polres Buton tetap berjalan. 

Baca Juga: Komnas Anak Indonesia Angkat Bicara Soal Dugaan Pencabulan Anak di Buton

"Proses hukum tetap akan berjalan, malahan saya perintahkan supaya cepat dilimpahkan di Kejaksaan," ujarnya.

Baca Juga: Oknum ASN Terlibat Dugaan Cabul, Sekda Buton : Sanksi Tunggu Putusan Pengadilan

Diketahui, Polres Buton melalui tim Criminal Rays berhasil mengungkap kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur di wilayah hukumnya. Pada kasus ini melibatkan tiga tersangka masing-masing berinisial JH (48) PNS, S (51) petani, dan AS (28) petani.

Baca Juga: Satu Oknum ASN di Buton yang Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Ternyata Kerja di Dinas Ini, Ia dan Rekannya Terancam 15 Tahun Penjara

Ketiga orang tersangka tersebut terancam  Pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 76D Subsider Pasal 82 Ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesian Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tap Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Republik Indonesian Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.