Foto: Elisa Margareth Sinaga (Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Kenali dan Lindungi Diri Dari Zat Kimia Pemicu Kanker, Berikut Ulasannya!!!

CitizenTN 22-10-2020 | 17:22PM

Oleh: Elisa Margareth Sinaga

Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.
Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Ada banyak hal yang dapat memicu kanker: usia, riwayat keluarga, virus & bakteri, kebiasaan hidup, dan kontak dengan zat-zat berbahaya. Kita bisa menghindari kontak dengan beberapa zat-zat penyebab kanker itu, tapi ada juga yang sulit dihindari khususnya jika mereka ada di udara, air, makanan, atau sesuatu yang kita gunakan sehari-hari. Apa sajakah zat-zat pemicu kanker tersebut?

Para peneliti terus menyelidiki kontak dengan zat apa sajakah yang dapat memicu perkembangan kanker. Di bawah ini adalah daftar zat-zat yang paling mungkin memiliki sifat karsinogenik terhadap kesehatan manusia.

Zat-Zat Yang Dapat Memicu Penyebab Kanker:
•    Aflatoksin
•    Arsenik
•    Asam aristolokik
•    Asap tembakau dari orang lain (asap tembakau lingkungan)
•    Asbestos
•    Benzena
•    Benzidina
•    Berilium
•    1,3-Butadiena
•    Emisi dalam ruangan dari pembakaran batu bara untuk keperluan rumah tangga
•    Emisi dari proses pembakaran kokas (coke-oven)
•    Erionit
•    Etilena oksida
•    Formaldehida
•    Jelaga
•    Kabut asam anorganik kuat yang mengandung asam sulfat
•    Kadmium
•    Minyak mineral (yang tidak diolah dan yang hanya sedikit diolah)
•    Radon
•    Senyawa kromium heksavalen
•    Senyawa nikel
•    Serbuk kayu
•    Silika kristal (dalam ukuran yang bisa terhirup)
•    Tar batu bara
•    Torium
•    Trikloroetilena
•    Vinil klorida

Baca Juga: Proses Pengolahan Minyak Mentah Menjadi Minyak Bumi

Bagaimana Zat-Zat Dapat Memicu Penyakit Kanker?

Kontak dengan zat-zat berbahaya di luar ruangan, di dalam rumah, dan di tempat kerja dapat meningkatkan kemungkinan kita untuk menderita kanker. Kontak tersebut bisa dengan menyentuh, memakan, meminum, atau menghirup zat-zat berbahaya, entah secara sadar maupun tidak sadar.

Zat-zat kimia tertentu, benzena, berilium, asbestos, vinil klorida, dan arsenik, telah diketahui sebagai penyebab kanker pada manusia. Risiko seseorang untuk terkena kanker tergantung pada seberapa banyak, berapa lama, seberapa sering, dan kapan ia berkontak dengan zat-zat kimia tersebut.

Baca Juga: Cara Mudah Memahami Materi Konsep Hukum Termodinamika I Dengan Melakukan Experimen Sederhana

Seseorang yang terkena zat-zat kimia itu sewaktu masih di dalam rahim mungkin akan mengalami akibat lebih serius daripada orang dewasa. Selain itu, gen-gen yang kita warisi dari orang tua juga ikut berperan pada apakah kita akan mengembangkan kanker.

Beberapa zat kimia diketahui dapat menjadi pemicu kanker pada bintanang, tetapi belum terbukti pada manusia. Namun zat-zat kimia ini tetap dianggap cukup berbahaya dan kadang disebut “kemungkinan” karsinogen pada manusia. Contohnya adalah kloroform, DDT, formaldehida, dan bifenil poliklorinasi.

Baca Juga: Kandungan Rokok yang Berbahaya bagi Tubuh

Jadi bagaimana zat-zat kimia dapat menjadi pemicu kanker? Kemungkinan kita untuk mengembangkan kanker akibat kontak dengan zat-zat kimia bergantung pada:
•    Jenis zat kimia yang berkontak dengan kita,
•    Berapa banyak zat kimia itu berkontak dengan kita,
•    Berapa lama kontak itu berlangsung,
•    Berapa sering kita melakukan kontak itu,
•    Kapan kita terkena zat kimia itu,
•    Bagaimana cara kita berkontak dengan zat kimia itu, dan
•    Kondisi kesehatan kita secara keseluruhan.

Baca Juga: Kumbang Branchinus Dapat Mengeluarkan Bom Termokimia dari Tubuhnya. Bagaimana Bisa? Berikut Penjelasannya

Pengaruh Zat Kimia terhadap Tubuh Kita

Tubuh kita punya sistem pertahanan terhadap segala jenis paparan yang berbahaya, termasuk paparan yang dapat menyebabkan kanker. Ketika sesuatu memasuki tubuh, biasanya itu akan melalui proses metabolisme yang memudahkan untuk menyingkirkannya. Bergantung pada bagaimana zat itu diproses (atau dimetabolisme) di dalam tubuh, ada tiga jenis karsinogen:
•    Zat kimia yang dapat menyebabkan kanker (karsinogen langsung),
•    Zat kimia yang tidak secara langsung menyebabkan kanker, kecuali jika mereka berubah saat dimetabolisme sehingga bisa menyebabkan kanker (pro-karsinogen), dan
•    Zat kimia yang tidak menyebabkan kanker dengan sendirinya, tetapi bisa bekerja bersama zat kimia lain untuk menyebabkan kanker (ko-karsinogen).

Baca Juga: Indonesia Mencatat Sejarah Dengan Menterbarukan 8 Jenis Sumber Energi Yang Melimpah

Kerusakan pada sel-sel DNA bisa memicu terbentuknya kanker. Akan tetapi, sel-sel sering kali bisa memperbaiki kerusakan DNA tersebut. Jika kerusakannya sangat parah, maka sel-sel akan mati. Kerusakan DNA yang tidak diperbaiki dapat memicu terjadinya perubahan, atau mutasi, pada gen-gen. Dan mutasi pada gen-gen tertentu bisa menyebabkan kanker. Selain itu, mutasi juga dapat diwariskan dari orang tua kita.

Karena penyakit kanker memiliki periode laten (tersembunyi atau tidak kelihatan) yang panjang, maka sulit untuk mengetahui kontak dengan zat apa yang sebenarnya memicu kanker itu. Oleh sebab itu sampai saat ini masih sangat sedikit yang diketahui tentang penyebab-penyebab spesifik dari penyakit kanker.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu, Apa Saja Manfaat Koloid Untuk Kehidupan Sehari-hari

Yang Bisa Kita Lakukan untuk Melindungi Diri

Memang kita belum bisa sepenuhnya memahami bagaimana zat-zat kimi dapat menjadi penyebab kanker pada orang-orang tertentu. Namun kita tetap bisa mengupayakan langkah-langkah untuk mengurangi risiko kita untuk terkena zat-zat berbahaya, atau untuk mendeteksi kanker sejak dini saat masih mudah diobati.

•    Lindungi diri kita dari sinar matahari, khususnya jika kulit kita mudah terbakar. Pakai losion tabir surya dan kenakan pakaian yang melindungi kulit.
•    Jaga berat badan tetap sehat dan tetaplah aktif secara fisik.
•    Jangan gunakan produk tembakau (contohnya rokok dan cerutu) dan hindari asap rokok orang lain.
•    Pergi ke dokter atau rumah sakit untuk melakukan pengecekan kesehatan secara rutin.
•    Waspadai zat-zat kimia di dalam produk yang kita beli untuk keperluan rumah tangga. Jika perlu gunakan masker, sarung tangan, atau pakaian pelindung lain saat menggunakan produk tersebut.
•    Baca label kemasan pada produk tersebut dan ikuti petunjuk pemakaiannya secara saksama.
•    Simpan baik-baik produk rumah tangga yang mengandung zat-zat kimia agar tidak tumpah atau bocor, serta jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.
•    Hanya gunakan produk yang mengandung zat-zat kimia di ruangan yang pertukaran udaranya baik, atau gunakan di luar ruangan.
•    Waspadai zat-zat kimia yang ada di tempat kerja kita. Kenakan peralatan pelindung jika diminta.

Baca Juga: Dalgona Coffee Termasuk Koloid, Kenapa Ya?

Pilihan dan kebiasaan hidup kita sedikit-banyak akan menentukan apakah kita akan terkena kanker atau tidak. Upayakanlah tips-tips di atas untuk meminimalkan risiko kita. Dan pelajari juga bagaimana gejala-gejala awal dari kemunculan kanker di dalam tubuh, sehingga kita bisa cepat bertindak begitu menyadari keberadaannya.

Elisa Margareth Sinaga

elisasinaga50@gmail.com