Ketum Komnas PA Indonesia, Arist Merdeka Sirait (Foto: ist).

Nasional

Komnas Anak Indonesia Angkat Bicara Soal Dugaan Pencabulan Anak di Buton

La Ode Ali 30-09-2020 | 17:45PM

BUTON,  - Ketua Umum (Ketum) Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait akhirnya angkat bicara soal kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Ia mengatakan, kejahatan seksual yang dialami Bunga (15) nama samaran yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum ASN di Kabupaten Buton dan beberapa rekannya merupakan kejahatan luar biasa.

"Ini merupakan kejahatan luar biasa," katanya kepada takawanews.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2020).

Untuk itu lanjut Opung (sapaan akrab Arist Merdeka Sirait), meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Penyidik Polres Buton bisa lebih cepat memproses kasus tersebut.

"Saya harap Polres Buton agar cepat memproses kasus ini, 15 hari sudah harus segera diserahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) jangan lama-lama," pintanya.

"Jadi Polres Buton itu 15 hari sudah harus menyerahkan ke JPU dengan menggunakan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Juncto dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat menuntut pelaku dengan ancaman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara, bahkan bisa seumur hidup jika itu terbukti perencanaan," sambung Arist.

Baca Juga: Satu Oknum ASN di Buton yang Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Ternyata Kerja di Dinas Ini, Ia dan Rekannya Terancam 15 Tahun Penjara

Dengan adanya kasus tersebut tambah Arist, di wilayah Kabupaten Buton harus ada gerakan perlindungan anak dengan melibatkan alim ulama, tokoh agama, tokoh adat, termasuk media.

Baca Juga: Oknum ASN Terlibat Dugaan Cabul, Sekda Buton : Sanksi Tunggu Putusan Pengadilan

"Olehnya itu di Buton itu harus ada gerakan perlindungan anak dengan melibatkan alim ulama, tokoh agama, tokoh adat, dan media.Ini penting sekali karena kejahatan seksual ini sudah zona merah, karena mungkin saja tidak hanya dilakukan oleh teman sebaya, tapi ASN juga, inikan mencoreng masa depan anak-anak yang ada di Buton," kata Arist.

Sebelumnya diberitakan, salah satu oknum ASN di Kabupaten Buton dan dua rekannya yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diamankan di Polres Buton untuk pemeriksaan lebih lanjut.