Foto: RIZKY HASANAH (Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Kumbang Branchinus Dapat Mengeluarkan Bom Termokimia dari Tubuhnya. Bagaimana Bisa? Berikut Penjelasannya

CitizenTN 20-10-2020 | 16:03PM

Oleh : RIZKY HASANAH

Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan


Kamu pasti pernah melihat cicak yang memutuskan ekornya saat merasa terancam, ataupun putri malu yang menguncupkan daunnya saat diberi sentuhan. Ini merupakan wujud perlindungan diri dari ancaman predator, setiap hewan dan tumbuhan memiliki cara pertahanan dan perlindungan diri yang berbeda-beda. Tahukah Kamu, terdapat serangga yang dapat mengeluarkan bom dari cairan kimia yang ada dalam tubuhnya?

Serangga ini adalah Kumbang Branchinus atau sering disebut sebagai kumbang bombardir. Kumbang Bombardier (Branchinus) adalah kumbang tanah (Carabidae) dalam suku Brachinini, Paussini, Ozaenini , atau Metriini (semuanya lebih dari 500 spesies ) yang paling terkenal karena mekanisme pertahanan yang memberi mereka nama kumbang bombardir karena ketika diganggu, mereka mengeluarkan semprotan kimia berbahaya yang panas dari ujung perut dengan suara letupan.

Kumbang ini telah mengembangkan cara yang kompleks dan efektif untuk membuat musuhnya pergi menjauh. Saat dalam bahaya, kumbang bombardir dapat menembakkan cairan kimia panas yang korosif dari ujung perutnya yang dapat membakar kulit dan membutakan musuhnya.

Cairan ini dihasilkan oleh reaksi antara dua senyawa kimia, yaitu hydroquinone dan hidrogen peroksida, disimpan dalam kantong terpisah di perut kumbang dan dicampur saat dibutuhkan dalam ruang ketiga dengan air dan enzim katalitik. Panas dari reaksi membuat campuran mencapai titik didih air dan menghasilkan gas yang mendorong ejeksi. Kerusakan yang disebabkan dapat berakibat fatal bagi serangga penyerang dan makhluk kecil lainnya serta menyakitkan jika terkena kulit manusia. Beberapa kumbang pengebom dapat mengarahkan semprotan atas berbagai arah.

Bagaimana dengan habitat Kumbang bombardir ini?

Kumbang ini dapat terdapat diseluruh benua, kecuali Antartika. Kita tahu antartika adalah benua dengan permukaan yag dipenuhi oleh es. Kumbang ini biasa hidup di hutan atau padang rumput dengan iklim sedang namun tetap dapat  ditemukan di lingkungan lain, jika ada tempat   lembap untuk bertelur.  

Tahukah kamu, sebagian besar Kumbang ini adalah karnivora, termasuk larva. Termasuk kelompok nokturnal, dimana kumbangini mencari makanan di malam hari  atau dapat dikatakan, aktif pada malam hari. Senjata kimianya, hanya digunakan untuk bertahan, untuk mencari makan sendiri, kumbang ini menggunakan rahangnya yang tajam untuk memotong dan mengiris cacingdan serangga kecil lainnya

Secara anatomi, terdapat dua kelenjar besar yang terbuka diujung perut. Pada setiap kelenjar, terdiri dari ruang depan berdinding tebal yang berisi campuran katalase dan peroksidase. Kedua  enzim ini dihasilkan oleh sel sekretori yang melapisi ruang depan. Kedua kelenjar dapat dimampatkan untuk mencampur larutan hidroquinon dan hidrogen peroksida berair.

Bagaimana cara  kumbang bombardir mempertahankan dirinya?

Kedua senyawa reaktan kimia , hydroquinon dan hidrogen peroksida , yang disekresikan oleh kelenjar khusus dan disimpan dalam kantong terpisah di ujung belakang abdomennya. Ketika terancam, kumbang mengkontraksika otot-ototnya sehingga membuka katup wadah dan memaksa dua reaktan ke dalam ruang pencampuran berdinding tebal dilapisi dengan sel-sel yang menghasilkan enzim termasuk catalases dan peroksidase.

Baca Juga: Indonesia Mencatat Sejarah Dengan Menterbarukan 8 Jenis Sumber Energi Yang Melimpah

Dalam ruang pencampuran, enzim-enzin dengan cepat memecah hidrogen peroksida, melepaskan oksigen bebas dan mengkatalisasi oksidasi hydroquinon menjadi p-kuinon.

Reaksi ini sangat eksotermik, dan energi yang dilepaskan meningkatkan suhu campuran hingga mendekati 100 °C, menguapkan sekitar seperlimanya. Penumpukan tekanan yang dihasilkan memaksa katup masuk dari ruang penyimpanan reaktan untuk menutup, sehingga melindungi organ internal kumbang. Cairan yang berbau busuk dan mendidih ini sebagian menjadi gas dan dikeluarkan secara eksplosif melalui katup outlet, dengan suara letupan keras.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu, Apa Saja Manfaat Koloid Untuk Kehidupan Sehari-hari

Aliran reaktan ke dalam ruang reaksi dan ejeksi berikutnya terjadi dalam serangkaian sekitar 70 denyut, dengan kecepatan sekitar 500 denyut per detik. Seluruh urutan kejadian hanya membutuhkan sepersekian detik.

Biasanya kumbang menggerakkan tubuhnya sehingga dapat mengarahkan semprotannya ke apa pun yang memicu respon. Namun bukaan kelenjar dari beberapa kumbang pengebom Afrika bisa memutar hingga 270 ° diantara kakinya, dan menyemprotkan cairan ke berbagai arah dengan cukup akurat.Dengan pertahanan yang kuat seperti itu, kumbang bombardir tak pernah perlu terbang untuk menjauh dari bahaya. Bahkan, kotak sayap makhluk ini telah menyatu membentuk perisai yang solid di punggungnya.

Baca Juga: Dalgona Coffee Termasuk Koloid, Kenapa Ya?

Lalu, bagaimana efek terkena serangan bom dari kumbang ini?

Untuk serangga kecil seperti semut, maka akan mengalamikebutaan dan efek membakar atau melepuh pada tubuhnya. Sedangkan untuk manusia sendiri maka akan mengalami efek terbakar pada kulit yang menyengat.

Adakah hewan yang mampu mengatasi serangan kumbang bombardir ini?

Ya ada, Belalang tikus merupakan hewan yang dapat mengatasi serangan ini, ia akan mengunci bagian belakang kumbang ke tanah sehingga semprotan kumbang tidak akan mengenainya.

Baca Juga: Penjelajahan Suhu di Daerah Laut dan Pegunungan

Begitulah penjelasan mengenai serangga Branchinus atau yang kerap disebut Kumbang Bombardir ini. Bagaimana menurut Anda? Menarik bukan? Metode pertahanan diri kumbang berevolusi menjadi lebih kompleks, dan menggunakan reaksi eksoterm sebagai serangan jitu untuk pertahanannya. Semprotan dengan efek membakar dan suara letupan layaknya bom yang kita kenal  menjadi ciri khasnya, serangan kimia ini dapat melumpuhkan lawan (serangga lainnya) dalam waktu yang singkat.

Baca Juga: Suhu Panas dan Dingin, Mengapa Bisa Berubah???

Jika ada kesalahan kata dari saya, mohon dimaafkan dan artikel ini berasal dari beberapa sumber pilihan dari saya, Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan Terimakasih atas perhatian dan waktunya.

RIZKY HASANAH

rizkyhasanah0127@gmail.com