Foto: Lulu Trisnawati (Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Manfaat Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari, Yang Tidak Banyak Diketahui

CitizenTN 12-10-2020 | 09:45AM

Oleh: LULU TRISNAWATI
Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Negeri Medan, Medan

Siapa di antara kita yang gemar mengonsumsi agar-agar, susu, mayones, atau es krim? Di balik kelezatannya, siapa sangka jika makanan-makanan tersebut tergolong sebagai koloid. Apakah benar demikian? Lalu apa koloid itu? Sistem koloid merupakan campuran antara dua zat yang memiliki perbedaan fase dengan partikel terdispersinya (terlarut) tersebar merata di dalam fase pendispersi (pelarut). Koloid termasuk dalam campuran metastabil. Artinya, campuran ini seolah-oleh stabil, tetapi akan memisah dalam waktu tertentu. Ukuran partikel koloid berada di antara larutan dan suspensi, yaitu sekitar 1-100 nm. Sebelum kita masuk kemanfaat koloid, kita  ketahui dulu jenis- jenis koloid terlebih dahulu yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Termos yang Berisi Air Panas Tidak Terasa Panas Saat Dipegang. Sulapkah?

A.    Jenis-jenis Koloid

Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya, koloid dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Cari Tahu Yuk, Mengapa Madu Merupakan Perubahan Wujud Yang Mengkristal?

1. Aerosol

Aerosol merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa zat padat atau cair dan medium pendispersinya berupa gas. Jika fase terdispersinya padat, maka disebut aerosol padat. Jika fase terdispersinya cair, maka disebut aerosol cair. Contoh koloid jenis aerosol adalah minyak wangi (parfum), obat nyamuk semprot, dan cat semprot.

Baca Juga: Balon Udara Panas Tidak Terbakar?!

2. Sol

Sol merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa zat padat, sedangkan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat padat. Jika medium pendispersinya zat padat, disebut sol padat. Contoh koloid jenis sol cair adalah tinta, sol belerang, dan sol emas. Contoh sol padat adalah kaca hitam, intan hitam, dan paduan logam.

Baca Juga: Mengenal Sistem Koloid dan Penerapannya Dalam Kehidupan Sehari-hari

3. Emulsi

Emulsi merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya zat cair dan medium pendispersinya juga zat cair. Lalu, apa bedanya dengan larutan? Pada emulsi, kedua zat cair tidak saling melarutkan. Hal itu karena adanya peran zat pengemulsi. Contoh emulsi adalah kasen di dalam susu, kuning telur, santan, dan mayones.

4. Buih

Buih merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa gas, sementara medium pendispersinya berupa zat cair. Jika medium pendispersinya berupa zat padat, maka disebut buih padat. Contoh koloid jenis buih ini adalah sabun, detergen, karet busa (buih padat), dan batu apung (buih padat).

5. Gel

Gel merupakan jenis koloid yang terbentuk dari campuran zat padat dan zat cair. Gel terbentuk karena fase terdispersi mampu mengadsorbsi medium pendipersinya. Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika. Berdasarkan sifat elastisitasnya, gel dibagi menjadi dua, yaitu gel elastis dan non-elastis.

Baca Juga: Cegah Dan Kurangi Polusi Udara, Bagaimana Caranya?

B.    Manfaat koloid dalam kehidupan sehari-hari

Setelah belajar tentang pengertian koloid sampai jenis-jenisnya, kini saatnya kita belajar materi koloid mengenai manfaatnya dalam kehidupan. Tak disangka, keberadaan koloid erat sekali dengan kehidupan, contohnya sebagai berikut. Berbagai macam koloid dengan berbagai bentuk telah ada dalam kehidupan manusia. Terdapat berbagai contoh penerapan koloid yang memudahkan manusia dalam kehidupannya.
Selain itu, beberapa koloid juga digunakan secara sadar maupun tidak sadar. Koloid juga memberikan kontribusi bagi kehidupan manusia. Beberapa contoh koloid yang menjadi sumber penghidupan bagi manusia:

1.    Koloid biasa digunakan dalam industri kosmetik untuk membuat foundation, sampo, pembersih wajah, deodoran, dan pelembab badan.
2.    Dalam industri tekstil, koloid biasa dimanfaatkan dalam bentuk sol untuk membuat warna pakaian.
3.    Dalam industri farmasi, koloid digunakan dalam bentuk sol untuk membuat obat-obatan.
4.    Dalam industri sabun, koloid dihasilkan dalam bentuk emulsi, contohnya sabun dan detergen.
5.    Dalam industri makanan, koloid bisa ditemukan dalam kecap, saus, susu, mayones, dan mentega.
6.    Elektroforesis bisa digunakan untuk mengidentifikasi DNA.

Itulah penjelasan kali ini tentang materi koloid. Ternyata, belajar Kimia sangat bermanfaat, ya. Dari pembahasan koloid saja, kita sudah mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya pengetahuan yang ada di lingkungan. Tidak hanya itu, dengan mempelajari koloid, kita setidaknya paham bahwa melalui analisis jenis-jenis koloid, telah berkembang industri yang sedemikian bermanfaat bagi manusia.

LULU TRISNAWATI

lulutrisna654@gmail.com