Sekretaris Umum Asosiasi BPD Kabupaten Buton, Sadam

CitizenTN

Opini : Bantu Tenaga Medis Kita

CitizenTN 19-06-2020 | 19:44PM

Oleh : Sekretaris Umum Asosiasi BPD Kabupaten Buton, Sadam

Sejak pertama kali muncul di Wuhan pada awal Desember 2019 lalu, Corona masih saja menjadi tema yang terus dibincangkan oleh banyak pihak. Hal ini cukup beralasan mengingat sampai sekarang belum ditemukannya vaksin pelindung tubuh, pada bagian lain laju pertumbuhan virus ini terus meningkat seiring berjalannya waktu. 

Dalam situasi seperti itu, Para ahli mengeluarkan banyak prediksi tentang kapan waktu berakhirnya virus corona di Indonesia. Ada yang mengatakan virus ini berakhir pada bulan Mei, ada yg mengatakan antara Mei dan Juni, ada pula yg mengatakan virus corona ini berakhir pada bulan September. Seolah tidak mau ketinggalan, Presiden Jokowi juga mengeluarkan prediksinya, virus corona di Indonesia selesai pada akhir tahun 2020. 

Meski beberapa diantara predisksi tersebut tidak terbukti, setidaknya ada satu kesamaan persepsi dari para pakar, bahwa pandemi corona ini suatu waktu akan mencapai titik klimaks, kemudian berangsur turun dan selanjutnya berakhir. 

Karena itu cukup beralasan ketika Pemerintah Indonesia menyarankan kepada masyarakat untuk menjalani tatanan hidup baru (new normal), tetap produktif ditengah pandemi corona. 

Menurut Ahmad Yurianto (Juru Bicara Covid-19) tatanan, kebiasaan dan perilaku baru tersebut berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat tersebut tercermin dari sering cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dan hindari kerumunan. 

Meski setiap saat pemerintah melalui juru bicaranya terus mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku tersebut, masih saja ditemukan ada masyarakat yang “kapatuli” bahkan beberapa diantaranya tidak percaya dengan keberadaan virus corona. 

Tidak heran jika laju pertumbuhan virus itu terus menggila, menggilas orang orang yang dijumpainya tanpa pandang rupa dan latar belakang. Terhitung total positif corona di indonesia per kamis, 18 juni 2020 sebanyak 42.762 kasus, ada tambahan 1.331 kasus baru dalam sehari. 

Dari total keseluruhan itu, Sulawesi Tenggara menyumbang 362 kasus, 36 kasus diantaranya berasal dari kabupaten buton. Tentu angka angka diatas bukanlah angka biasa, tapi setiap angka mewakili jumlah jiwa dan setiap jiwa berharap agar segera terbebas dari infeksi virus itu. 

Dalam situasi pandemi seperti sekarang, sudah bukan pada tempatnya satu pihak menyalahkan yang lain, atau satu pihak terlampau curiga pada pihak lain. Apalagi sampai memanfaatkan situasi pandemi ini untuk melakukan praktek culas demi meraih keuntungan pribadi. 

Saat ini, seluruh komponen bangsa sedang bergotong royong melawan laju pertumbuhan virus. Pemerintah pada semua tingkatan telah dan terus berupaya untuk membendung laju pertumbuhan virus, termasuk memberi bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid dalam bentuk tunai dan sembako. 

Anggaran Belanja Pemerintah dikerahkan untuk menyuplai alat pelindung diri, Penyediaan rapid tes, pemberian insentif gugus tugas covid 19, dan segala upaya pencegahan lain. Khusus Penyediaan Alat pelindung diri (APD) dan insentif bagi tenaga medis, baiknya pemerintah terus memperhatikan dua hal itu. 

APD penting diperhatikan untuk memberi proteksi sekaligus juga menciptakan rasa aman bagi para medis dalam memberikan layanan kesehatan. Sama halnya juga Insentif penting diperhatikan untuk memberikan motivasi kerja, serta dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui konsumsi gizi seimbang. 

Saat ini seluruh komponen bangsa sedang bergotong royong, tenaga medis pun demikian, dengan keahlian yang mereka miliki, semua dikerahkan untuk memberi layanan kesehatan terbaik bagi pasien positif corona. Karena itu kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi yang utama, sebab jika mereka telah kalah di medan juang, pada siapa lagi pasien positif corona mengadu.

Baca Juga: Opini: Kita Bersama Tenaga Medis Hadapi Covid-19

Saat ini, seluruh komponen bangsa sedang bergotong royong melawan laju pertumbuhan virus. Dalam situasi seperti itu, mestinya masyarakat tidak boleh berpangku tangan, menjadi penonton disaat negara membutuhkan partisipasi aktifnya. Sejatinya masyarakat adalah ujung tombak pemutus mata rantai penularan virus corona. 

Baca Juga: Update Corona 18 Juni 2020, Kasus Positif Covid-19 di Buton Tembus 30 Orang

Karena virus ini menular dari orang ke orang, itu berarti jika setiap orang mematuhi protokol covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maka bukan tidak mungkin laju pertumbuhan virus ini bisa ditekan dan akhirnya terkendali. Selain patuh pada protokol covid, yang tidak kalah penting adalah jujur pada tenaga medis saat menerima layanan kesehatan. 

Jujur yg dimaksud adalah memberikan informasi yang sebenarnya tentang riwayat perjalanan serta potensi kontak dengan orang yg bisa jadi telah terpapar virus corona. 

Kita semua rindu saat dimana dapat berkumpul bersama keluarga dan teman tanpa ada pembatasan sosial, kitapun juga rindu saat dimana dapat beraktifitas tanpa harus dibayangi kemungkinan terinfeksi virus corona yang tak kasat mata.

Karena itu, bantu tenaga medis kita dengan patuhi protokol covid-19, Jangan biarkan mereka bekerja sendiri. ***