Foto: Ranisa (Mahasiswi Prodi Pendidikan IPA , Universitas Negeri Medan, Medan)

CitizenTN

Penggunaan Gas ALam (CO2) dalam Minuman Kaleng serta dampak terhadap kesehatan tubuh

CitizenTN 02-10-2020 | 12:19PM

Oleh: Ranisa

Mahasiswi Prodi Pendidikan IPA , Universitas Negeri Medan, Medan

 

Karbon dioksida (CO2) adalah gas cair tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar , dan sedikit asam. CO2 lebih berat daripada udara dan larut dalam air.
 
CO2 diproduksi dalam industri dengan menggunakan sumber CO2 yang diperoleh melalui berbagai proses dalam industri petrokimia, atau dengan membakar gas alam dalam proses kogenerasi. Air Products memasok CO2 kepada pelanggan di seluruh dunia sebagai gas cair. Zat ini dikirimkan dalam keadaan bertekanan dalam tabung baja dan didinginkan dalam kontainer terinsulasi panas.

Karbon dioksida juga digunakan secara luas dalam beragam industri, seperti:
•    Makanan: minuman berkarbonasi. Minuman gasifikasi. Pengemasan, pembekuan, dan pendinginan.
•    Deburring dan grinding.
•    Netralisasi.
•    Aplikasi fabrikasi logam.
•    Katering.
•    Obat-obatan: Campuran metabolisme.
•    Plastik Berbusa: ekstraksi superkritis.

Perlu diketahui pembuatan minuman yang selama ini kita konsumsi menggunakan bahan karbondioksida. Sejak pertama kali hingga sekarang, minuman berbuih tersebut dibuat dengan bahan karbondioksida untuk menghasilkan buih dalam setiap tetesnya. Bahan ini berada dalam atmosfer bumi secara alami, sebagai gas yang tidak bewarna dan tidak berbau.

Karbondioksida sangat penting dalam sistem pernafasan manusia. Karbondioksida juga berfungsi sebagai penjaga kadar pH atau keasaman dalam darah, yang merupakan elemen penting bagi manusia untuk terus hidup. Karbondioksida memiliki banyak manfaat antara lain sebagai dry ice, pemadaman api, pengelasan dan produksi minuman bersoda.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat air karbonasi ini, pertama- tama dengan mengolah/memproses air minuman biasa.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas fisik dan aroma, rasa, serta mineral-mineral tertentu. Kemudian karbondioksida dilarutkan didalam air yang diolah dengan alat bernama karbonator. Hampir semua produksi minuman ringan selalu menggunakan bahan-bahan air, sirup minuman dan karbondioksida.

Karbonasi terjadi karena proses mencairnya karbondioksida di dalam air, sebuah proses yang umumnya dipergunakan untuk membuat minuman bersoda atau air bersoda. Namun manfaat karbonasi ternyata bukan hanya untuk membuat gelembung atau buih.

Proses karbonasi juga memberi rasa unik pada minuman dan bahkan juga berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan mikroba dalam minuman bersoda.

Pada dasarnya, minuman berkarbonasi tersusun dari gula, air, dan flavoring.   Secara proses, pengolahan minuman berkarbonasi terdiri dari beberapa tahap yakni penyiapan larutan gula, dearasi air, blending, serta mixing flavor dan konsentrat, karbonasi, serta pengemasan.  

Tujuan dari dearasi air adalah untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang dapat menyebabkan kerusakan komponen aroma.  Pada minuman berkarbonasi ini, air di “impregnated” menggunakan karbondioksida.  Di mana pada kondisi dingin, karbondioksida dilarutkan dalam air dengan menggunakan tekanan tinggi.  Sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa udara lain telah dihilangkan.  Alasan inilah yang menyebabkan terbentuknya buih, ketika kemasan di buka.  Di mana terdapat udara lain yang masuk ke dalam cairan.

Minuman bersoda memang sering dijauhi oleh para pelaku diet dan pemerhati kesehatan. Tapi ternyata, minuman bersoda juga memiliki beberapa dampak baik bagi tubuh.
Yuk, kenali manfaat dan bahaya minuman bersoda berikut ini!

1. Menghancurkan Lemak di Hati dan Mengurangi Sakit Kepala
Kandungan kafein pada minuman bersoda memiliki sifat merangsang sistem saraf pusat, membantu menghancurkan lemak di hati, meningkatkan mood, dan mengurangi sakit kepala.

2. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Air berkarbonasi merupakan bahan utama minuman bersoda. Air berkarbonasi diciptakan oleh Joseph Priestley pada tahun 1767, dan sejak itu terbukti memiliki banyak manfaat untuk saluran cerna. Air berkarbonasi membantu meredakan sakit perut, mengatasi mual, dan mengurangi konstipasi.

3. Mencegah Kram Otot
Minuman bersoda mengandung natrium. Natrium merupakan mineral penting yang ditemukan di hampir semua makanan alami. Natrium membantu mencegah kram otot, efek penuaan pada kulit, penurunan tekanan darah, serta menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

4. Melepas Rasa Haus
Tentu banyak sekali orang yang memanfaatkan soda untuk menghilangkan rasa dahaga yang mereka rasakan. Apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya dan Anda membutuhkan asupan agar merasa segar kembali. Pilihlah rasa soda yang sesuai dengan selera Anda, karena ada banyak sekali rasa soda yang dijual secara umum.
Banyak kandungan dalam soda yang berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi setiap hari. Berikut hal-hal yang akan terjadi jika seseorang mengonsumsi soda setiap hari.

•    Mengalami Obesitas
Minuman soda yang kamu pikir dapat dikonsumsi sebagai minuman diet untuk mencegah kenaikan berat badan, hal tersebut merupakan mitos belaka. Pasalnya, soda bebas gula yang kamu konsumsi sebagai minuman diet ternyata mengandung gula 200-600 kali lipat lebih banyak. Hal ini tentu akan membuat lemak di perut kamu menumpuk sebanyak tiga kali lipat. Jadi, masih percaya jika soda bisa kamu konsumsi sebagai minuman untuk diet?

Baca Juga: Pembelajaran Sistem Koloid Melalui Virtual Laboratory Chemistry

•    Kekurangan Vitamin
Minuman bersoda memiliki kandungan asam folat yang dapat menguras kalsium yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, soda juga dapat memengaruhi penyerapan vitamin D dari makanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh. Jika dikonsumsi setiap hari, minuman berkarbonasi ini akan menyebabkan lemahnya tulang, hipertensi, serta osteoporosis.
Selain itu, soda juga bereaksi dengan menolak susu yang dikonsumsi. Susu diperkaya dengan vitamin D dan kalsium yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan tulang yang kuat dan mencegah terjadinya penyakit. Jika hal ini terus-menerus terjadi, akan berbahaya bagi perkembangan anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan.

Baca Juga: Hidrokarbon Dan Turunannya Yang Di Aplikasi Sebagai Minyak Bumi Dalam Masyarakat

•    Mengalami Kerusakan Gigi
Minuman bersoda yang sering dikonsumsi bisa menyebabkan gigi berlubang, karena kadar gula yang tinggi dan sirup fruktosa di dalamnya. Selain itu, soda juga dapat menyebabkan terkikisnya enamel gigi, karena sifat asamnya yang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena gula dalam soda berinteraksi dengan bakteri di dalam mulut dan membentuk asam.
Asam kemudian akan menyerang gigi dan menyebabkan terkikisnya enamel gigi. Tidak hanya itu, soda biasa yang bebas gula pun mengandung asam tinggi, yang juga dapat mengikis gigi. Gigi akan mengalami serangan terus-menerus jika kamu mengonsumsi soda setiap hari.

•    Mengidap Penyakit Kronis
Selain dapat menyebabkan obesitas, minum soda setiap hari juga akan meningkatkan risiko seseorang mengidap sindrom metabolik, gangguan kadar gula darah, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Parahnya lagi, wanita yang mengkonsumsi lebih dari satu kaleng minuman bersoda akan memiliki risiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular kronis, serta tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Es Terbakar!!!!! Gas hidrat sebagai sumber energi alternative bagi masa depan yang ramah lingkungan

•    Mengidap Kanker
Minuman bersoda mengandung bahan kimia berbahaya benzena yang dapat menyebabkan kanker. Benzena sendiri akan terbentuk ketika asam benzoat bercampur dengan asam askorbat dan logam seperti besi atau tembaga. Bercampurnya bahan-bahan berbahaya ini akan menyebabkan reaksi kimia dan terbentuklah benzena, yaitu bahan kimia penyebab kanker.
Minuman bersoda memang sangat menyegarkan, apalagi jika dikonsumsi saat hari sedang panas-panasnya. Namun, minuman ini memberikan lebih banyak hal negatif bagi tubuh ketimbang hal positifnya.

 

Ranisa

ranisapalaa@gmail.com