Kepala Dinas Kebudayaan, La Ode Syamsuddin (Foto : George Ronald / Takawanews.com)

Regional

Puluhan Situs di Buton di Usulkan Jadi Cagar Budaya, Berikut Nama-Namanya

George Ronald 08-02-2020 | 12:12PM

BUTON,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kebudayaan mengusulkan puluhan situs menjadi cagar budaya Indonesia. Situs tersebut berupa benteng, makam tokoh, perahu, jejak telapak kaki, Baruga, goa, bangunan megalitik, dan benda-benda bersejarah. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin, menyatakan situs budaya yang berhasil diidentifikasi oleh pihaknya berjumlah 70 lebih. Puluhan situs yang tersebar di tujuh Kecamatan se-kabupaten Buton tersebut akan diusulkan menjadi cagar budaya Indonesia. 

"Situs budaya yang tersebar berpotensi menjadi cagar budaya," ujarnya, ditemui di ruang kerjanya, pada Jumat (7/2/2020). 

Tapi jauh sebelum itu, guna menguatkan situs tersebut menjadi cagar budaya terlebih dahulu tersertifikasi oleh ahli. Berangkat dari hal tersebut, maka Dinas Kebudayaan akan memberangkatkan 5 sampai 6 orang dari kalangan akademisi dan profesional untuk di sertifikasi Direktorat Jenderal Kebudayaan. 

"Karena di seluruh kepulauan buton, khususnya Kabupaten Buton belum memiliki Tenaga Sertifikasi Ahli Cagar Budaya (TACB). Kami berharap dari 5 atau 6 orang ini semua bisa lolos seleksi untuk mendapatkan sertifikasi ahli cagar budaya," lanjut mantan aktivis Universitas Halu Oleo tahun 90-an ini. 

Ia menjelaskan dengan adanya tim ahli sertifikasi tersebut sangat penting, karena syarat revitalisasi dari cagar budaya harus ada pengakuan dari Ahli. Hal itu juga diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya. 

"Ada fisik ada benteng tapi tidak boleh direvitalisasi karena belum diferivikasi oleh mereka antara lain ahli sejarah, arkeolog, fisiolog, hukum dan antropolog. Yang terutama arkeolog karena melihat bagaimana susunan batunya," imbuhnya. 

Ia menambahkan warisan budaya penting untuk didaftarkan menjadi cagar budaya agar tidak dicatut oleh daerah lain. Selain itu, situs merupakan identitas jati diri dari suatu daerah, untuk dipromosikan agar menjadi daya tarik bagi para wisatawan.


Adapun situs budaya berdasarkan hasil identifikasi Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Buton yaitu : 


1). Kecamatan Pasarwajo terdiri dari : Benteng takimpo lipu ogena, makam maiyaro, benteng kondowa, tulisan dua kalimat syahadat, tulisan adam dan hawa, benteng wa iyaro, benteng kambula-mbulana, benteng wagumangga, benteng kahulungaya, benteng kabawakole, benteng labale, benteng tombuku pocumbu, dan makam raja wabula.  

2). Kecamatan Wolowa terdiri dari : benteng makam saiidina gunu / yarona wolowa, benteng kantolobea, benteng watawia, benteng wangkaoleole, dan benteng wakalauma. 

3).Kecamatan Wabula terdiri dari : benteng wabula, benteng wasuemba, makam kumaha, makam lakancuna, perahu kuno / wakambeebunga, benteng kumaha, benteng koncu wabula, benteng wampua, benteng wasampela, koncu takimpo, benteng liwu wabula, benteng ama badua, makam raja wakaakaa, prasasti wacu koburi, bendi / senjata tradisional, benteng wacu katoru, makam lakapoho, makam wabula bula, benteng lakongkomoli, dan benteng wainda wulu.

4). Kecamatan siontapina terdiri dari : benteng siontapina, benteng sinoya, benteng kambangku, benteng kusambi, benteng wakialampa, benteng togobesi, benteng sultan lakarambau oputa yikoo, benteng wampau, benteng wongko, makam sultan lakarambau oputa yikoo, makam sultan la umati, makam sultan la balawo, peninggalan kuni baru, tapak kaki, sendok itik, kuda, sangkar, makam labuke, dan jejak telapak kaki. 

5). Kecamatan lasalimu selatan terdiri dari : benteng ambuau, benteng kondulu, benteng batukamboi, benteng togobokea, benteng kopea, benteng labuke, baruga batu, makam syach salim, makam wauwa matoulea, dan benteng togo. 

6). Kecamatan Lasalimu terdiri dari : benteng suai, benteng kamaru, benteng lawalangke, benteng wasalabose, benteng togumotonu, benteng watoletogo, benteng wakorouma, benteng watole, benteng lasalimu, benteng sangia kopea, benteng hondulu, benteng wa ode kontu, benteng kaubangka, benteng togumangura, benteng usambi, bendera merah putih, meja batu, bangunan megalitik, punden berundak, dan goa langalu.  

7).Kecamatan Kapuntori terdiri dari : benteng maa inggi, benteng labale, benteng lakambelubelu, benteng sangia sintara, benteng kamelongo, makam raja mulae, makam foobula, makam wasitehota, rumah tua waondo wolio, benteng watumotobe, makam dungku cangia, benteng lakambelumbelu, benteng sangia siantara, benteng manu saeko, dan makam maa baaria. 


Penulis: George Ronald
Editor : Rin